Rabu, 27 Maret 2013
Jumat, 22 Februari 2013
Sahabat Pramuka: Pelayaran Pramuka Saka Bahari Salah Satu Pembinaan...
Sahabat Pramuka: Pelayaran Pramuka Saka Bahari Salah Satu Pembinaan...: Lombok Timur (18/2), Wakil Ketua Kwarnas Bidang Abdimas & Siaga Bencana, Kak Erris Herryanto mewakili Ketua Kwarna...
Kamis, 29 November 2012
Pancasila Sebagai Landasan Hukum Negara.
Falafah
Pancasila sebagi Dasar Negara merupakan nilai dasar spiritual
keagamaan, kemanusiaan, dan kesatuan bangsa yang menjadi landasan dasar
dalam pembangunan bangsa baik pembangunan sumber daya manusia maupun
pembangunan fisik.
Kepramukaan
sebagai gerakan pendidikan pada jalur pendidikan non formal merupakan
bagian tak terpisahkan dari system pendidikan dalam menyiapkan anak
bangsa menjadi kader bangsa yang berkualitas baik moral, mental,
spiritual, intlelektuan, emosional, maupun fisik dan ketrampilan.
Gerakan
Pramuka yang diresmikan berdirinya pada tanggal 14 Agustus 1961
merupakan kesinambungan gerakan kepanduan nasional Indonesia yang
bertujuan menumbuhkan tunas bangsa menjadi generasi yang dapat menjaga
keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa, bertanggungjawab serta mampu
mengisi kemerdekaan Indonesia.
Kepramukaan
pada hakekatnya adalah suatu proses pendidikan yang menyenangkan bagi
anak muda, dibawah tanggungjawab anggota dewasa, yang dilaksanakan di
luar lingkungan pendidikan sekolah dan keluarga, dengan tujuan, prinsip
dasar dan metode pendidikan tertentu.
Gerakan
Pramuka adalah suatu gerakan pendidikan untuk kaum muda, yang bersifat
sukarela, nonpolitik, terbuka untuk semua, tanpa membedakan asal-usul,
ras, suku dan agama, yang menyelenggarakan kepramukaan melalui suatu
sistem nilai yang didasarkan pada Satya dan Darma Pramuka.
Dasar Penyelenggaraan Gerakan Pramuka sebagai Landasan Hukum diatur berdasarkan :
A. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka
B. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961 Tentang Gerakan Pramuka
C.
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118 tahun 1961 Tentang
Penganugerahan Pandji kepada Gerakan Pendidikan Kepanduan Pradja Muda
karana
D. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 Tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
E. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 203 tahun 2009 Tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
Minggu, 05 Agustus 2012
Kwarcab Pramuka Sawahlunto ikuti JOTA-JOTI dan 8th Asia –Pacific Internet Jamboree
padangmedia.com - SAWAHLUNTO- Kwartir Cabang gerakan
Pramuka kota Sawahlunto mengikuti kegiatan Jamboree On The Air (JOTA) -
Jamboree On The Internet (JOTI) serta 8th Asia –Pacific Internet
Jamboree yang digelar Jumat – Minggu (3-5/8).
“Kegiatan ini merupakan iven dua kali setahun, dimana untuk JOTA Nasional ke-7, JOTI Nasional ke-29 serta partisipasi 8th Asia-Pacific Regional Air/Internet Jamboree” kata Andl Cabang Abdimas Henky Frandamurya didampingi Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Syafnela Rahmawaty kepada padangmedia.com disela-sela kegiatan .
Kegiatan ini akan dikuti oleh pramuka gugus depan (gudep) Penggalang dan Penegak Pandega dikota ini, dan secara bergiliran berkomunikasi dengan pramuka kwarcab dan kwarda se Indonesia yang mengikuti kegiatan ini.
Kwarcab ini, sebutnya akan mengikutinya dengan mendirikan station JOTA YC 5 ZJK dengan penanggungjawab station Djazuli, BE (YC 5 GMJ) bekerjasama dengan Orari lokas Sawahlunto dan Badan Kesbangpol PBD.
Sedangkan station JOTI akan dikonsentrasikan disekretariat Kwarcab, meski dimasing masing gugus depan dapat mengakses internet.
Dengan JOTA-JOTI ini, jelasnya peserta didik akan dapat berkomunikasi dan memaparkan program kegiatan kepramukaan didaerahnya.
"Pramuka juga memanfaatkan JOTI untuk saling tukar menukar informasi, terlebih dalam mempromosikan pengembangan kepariwisataan kota kita,"pungkasnya. (tumpak)
“Kegiatan ini merupakan iven dua kali setahun, dimana untuk JOTA Nasional ke-7, JOTI Nasional ke-29 serta partisipasi 8th Asia-Pacific Regional Air/Internet Jamboree” kata Andl Cabang Abdimas Henky Frandamurya didampingi Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Syafnela Rahmawaty kepada padangmedia.com disela-sela kegiatan .
Kegiatan ini akan dikuti oleh pramuka gugus depan (gudep) Penggalang dan Penegak Pandega dikota ini, dan secara bergiliran berkomunikasi dengan pramuka kwarcab dan kwarda se Indonesia yang mengikuti kegiatan ini.
Kwarcab ini, sebutnya akan mengikutinya dengan mendirikan station JOTA YC 5 ZJK dengan penanggungjawab station Djazuli, BE (YC 5 GMJ) bekerjasama dengan Orari lokas Sawahlunto dan Badan Kesbangpol PBD.
Sedangkan station JOTI akan dikonsentrasikan disekretariat Kwarcab, meski dimasing masing gugus depan dapat mengakses internet.
Dengan JOTA-JOTI ini, jelasnya peserta didik akan dapat berkomunikasi dan memaparkan program kegiatan kepramukaan didaerahnya.
"Pramuka juga memanfaatkan JOTI untuk saling tukar menukar informasi, terlebih dalam mempromosikan pengembangan kepariwisataan kota kita,"pungkasnya. (tumpak)
GERAKAN PRAMUKA INDONESIA (The Indonesia Scout Movement)
Sejarah Kepramukaan
Scouting yang di kenal di
Indonesia dikenal dengan istilah Kepramukaan, dikembangkan oleh Lord
Baden Powell sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat
dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkan scouting
secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau
Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman keberhasilan Baden
Powell sebelum dan sesudah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku
yang berjudul “Scouting for Boy”.
Melalui buku “Scouting for Boy” itulah
kepanduan berkembang termasuk di Indonesia. Pada kurun waktu tahun
1950-1960 organisasi kepanduan tumbuh semakin banyak jumlah dan
ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi kepanduan yang
berafiliasi pada partai politik, tentunya hal itu menyalahi prinsip
dasar dan metode kepanduan.
Keberadaan kepanduan seperti ini dinilai
tidak efektif dan tidak dapat mengimbangi perkembangan jaman serta
kurang bermanfaat dalam mendukung pembangunan Bangsa dan pembangunan
generasi muda yang melestarikan persatuan dan kesatuan Bangsa.
Memperhatikan keadaan yang demikian itu
dan atas dorongan para tokoh kepanduan saat itu, serta bertolak dari
ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960, Presiden Soekarno selaku mandataris
MPRS pada tanggal 9 maret 1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu
di Istana Merdeka. Beliau merasa berkewajiban melaksanakan amanat MPRS,
untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan sebagai satu komponen
bangsa yang potensial dalam pembangunan bangsa dan negara.
Oleh karena itu beliau menyatakan
pembubaran organsiasi kepanduan di Indonesia dan meleburnya ke dalam
suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal bernama
GERAKAN PRAMUKA yang diberi tugas melaksanakan pendidikan kepanduan
kepada anak-anak dan pemuda Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang
TUNAS KELAPA di bentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.
Meskipun Gearakan Pramuka keberadaannya
ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun
1961, namun secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak
pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden
Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak
itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun
Gerakan Pramuka.
Perkembangan Gerakan Pramuka mengalami
pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan pentingnya
oleh kaum muda, akibatnya pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam
falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang
merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak optimal. Menyadari hal
tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45
Tahun 2006, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono
mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pelaksanaan Revitalisasi
Gerakan Pramuka yang antara lain dalam upaya pemantapan organisasi
Gerakan Pramuka telah menghasilkan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang GERAKAN PRAMUKA.
VISI, MISI DAN STRATEGI GERAKAN PRAMUKA
VISI :
“Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama dan solusi handal masalah kaum muda”
MISI :
- Mempramukakan kaum muda
- Membina anggota yang berjiwa dan berwatak pramuka, berlandaskan iman dan taqwa (Imtaq), serta selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Imteq)
- Membentuk kader bangsa patriot pembangunan yang memiliki jiwa bela Negara
- Menggerakan anggota dan organisasi Gerakkan Pramuka agar peduli dan tanggap terhadap masalah-masalah kemasyarakatan
Strategi:
- Meningkatkan jumlah dan mutu satuan pendidikan keparamukaan
- Meningkatkan jumlah dan mutu peserta didik
- Meningkatkan jumlah dan mutu tenaga pendidik
- Memperbarui kurikulum pendidikan kepramukaan
- Meningkatkan sarana dan prasarana Pendidikan
- Memantapkan organisasi, sitem manajemen, dan sumber daya
- Meningkatkan pelaksanaan pelbagai program Gerakan Pramuka
Tujuan Kepramukaan
Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, social, intelektual dan fisiknya, agara mereka bias:- Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda
- Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda
- Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjdai calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.
Prinsip Dasar Kepramukaan
Gerakan Pramuka berlandaskan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:- Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam
- Peduli terhadap dirinya pribadi
- Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka
Metode Kepramukaan
Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui:- Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
- Belajar sambil melakukan
- Sistem berkelompok
- Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik
- Kegiatan di alam terbuka
- Sistem tanda kecakapan
- Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri
- Kiasan Dasar
Kwarcab Ikuti Jota-Joti Asia Pasific Region Ke 8
Untuk
memeriahkan ajang Jamboree oN the Air dan Jamboree on the Internet
(Jota-Joti) Asia Pasific Region ke 8, Kwarcab Kebumen bakal mengikuti
ajang bergensi tingkat Asia Pacific tersebut dari tanggal 3 sampai
dengan 5 agustus 2012 mendatang, yang difasilitasi Orari Lokal Kebumen.
Selama Jambore,
peserta stand by di stasiun pemancar radio dan internet secara nonstop
dan tidak harus berkumpul di arena perkemahan. Ketua Orari Lokal
Kebumen, Halim Dani Hidayat didampingi Kabid Komunikasi dan Informatika
Dishubkominfo Kabupaten Kebumen, Kinanto diruang kerja Bidang Kominfo
Komplek Setda.
Halim Dani Hidayat
menambahkan, Kegiatan JOTA sendiri bermula sejak tahun 1958, di mana
Pramuka dan Pembina dari seluruh dunia, dapat saling berkomnikasi dan
bertukar pengalaman kepada Pramuka di belahan dunia lain, tanpa harus
mengeluarkan biaya transport dan akomodasi.
Sedangkan untuk Joti
pertama kali diadakan pada tahun 1996, mengadopsi tehnologi internet
yang digunakan untuk saling berkomunikasi dengan Pramuka di belahan
dunia lain, dengan mengunakan fasilitas Internet seperti email,
Chatting dan browsing. dan Kwarcab natinya menyediakan koneksi
internet. Tahun ini induk dari Station Jota adalah dari Korea Selatan,
Ajang ini bermula
dari MOU antara SCOUT.ORG sebagai induk Pramuka se dunia dengan
Organisasi Amatir Radio di negara masing-masing, dalam hal ini Kwarnas
dengan Orari (organsasi amatir radio Indonesia), Jambore On The Air
menurut rencana akan diikuti oleh negara-negara se Asia Pasifik,
sedangkan untuk tingkat Dunia akan dilaksanakan pada tanggal 21-22
Oktober 2012.
Orari Lokal Kebumen
pada pelaksanaan akan menjembatani komunikasi dengan menjadi pemandu
dan penanggung jawab, dan pelatihan terhadap adik-adik pramuka telah
dilaksanakan pada tanggal 29 Juli lalu, diikuti 110 Pramuka tingkat
penegak, di Sanggar Pramuka.
“Station Jota dari
Kebumen akan menggunakan nama panggilan YC2ZJF dan Station Jota
Malaysia juga sudah mengontak Orari Lokal Kebumen, agar bisa saling
berkomunikasi, mereka menggunakan nama panggilan 9M2PPM”. Ujarnya.
Sementara Kinanto,
sebagai Kabid Kominfo pada Dishubkominfo, instansi pengampu kepentingan
di bidang pengendalian dan pengembangan telekomonikasi, siap
bekerjasama membantu suksesnya gawe tersebut dan berharap dapat sebagai
ajang promosi potensi Kebumen di dunia luar. (Kin)
sumber: http://www.kebumenkab.go.id
Langganan:
Postingan (Atom)